Konsumen Indonesia belum berhenti berbelanja, tetapi cara mereka memutuskan berubah. Perbandingan harga lintas kanal menjadi kebiasaan, bukan pengecualian.
Membandingkan sebelum membeli
Pembeli memeriksa harga di beberapa tempat sebelum menyelesaikan transaksi. Selisih kecil pun cukup untuk memindahkan pembelian, terutama pada kategori yang produknya seragam.
Transparansi mengalahkan diskon besar
Diskon yang disertai syarat berlapis justru menimbulkan kecurigaan. Merek yang menampilkan harga akhir secara jelas, termasuk ongkos kirim, cenderung mendapat kepercayaan lebih tinggi.
Kategori yang bertahan
- Kebutuhan pokok relatif stabil, dengan pergeseran ke ukuran kemasan yang lebih ekonomis.
- Belanja pengalaman seperti kuliner dan perjalanan singkat tetap diminati.
- Barang tahan lama cenderung ditunda kecuali ada kebutuhan mendesak.
Bagi merek, konsistensi harga antar kanal kini menjadi bagian dari reputasi, bukan sekadar urusan operasional.