Pemasaran

Konsumen Makin Selektif, Merek Dituntut Transparan soal Harga

Daya beli yang terjaga tetapi lebih berhati-hati mendorong konsumen membandingkan harga lintas kanal sebelum memutuskan membeli.

Oleh Redaksi JMM 1 menit baca 455 pembaca

Konsumen Indonesia belum berhenti berbelanja, tetapi cara mereka memutuskan berubah. Perbandingan harga lintas kanal menjadi kebiasaan, bukan pengecualian.

Membandingkan sebelum membeli

Pembeli memeriksa harga di beberapa tempat sebelum menyelesaikan transaksi. Selisih kecil pun cukup untuk memindahkan pembelian, terutama pada kategori yang produknya seragam.

Transparansi mengalahkan diskon besar

Diskon yang disertai syarat berlapis justru menimbulkan kecurigaan. Merek yang menampilkan harga akhir secara jelas, termasuk ongkos kirim, cenderung mendapat kepercayaan lebih tinggi.

Kategori yang bertahan

  • Kebutuhan pokok relatif stabil, dengan pergeseran ke ukuran kemasan yang lebih ekonomis.
  • Belanja pengalaman seperti kuliner dan perjalanan singkat tetap diminati.
  • Barang tahan lama cenderung ditunda kecuali ada kebutuhan mendesak.

Bagi merek, konsistensi harga antar kanal kini menjadi bagian dari reputasi, bukan sekadar urusan operasional.

Topik: perilaku konsumen harga merek ritel

Baca Juga