Dengan suku bunga acuan yang belum bergerak turun, perbankan menempuh strategi berhati-hati: menyalurkan kredit secara selektif sambil memperkuat pencadangan.
Selektif, bukan mengerem
Penyaluran kredit tetap tumbuh, tetapi komposisinya berubah. Sektor dengan arus kas yang relatif stabil, seperti kesehatan, pendidikan, dan ketenagalistrikan, mendapat porsi lebih besar dibanding sektor yang sensitif terhadap siklus komoditas.
Kualitas aset jadi fokus
Rasio kredit bermasalah secara umum masih terkendali. Namun bank memilih menaikkan pencadangan lebih awal, terutama untuk portofolio debitur segmen kecil dan menengah yang paling merasakan tekanan biaya.
Implikasi bagi debitur
- Proses persetujuan kredit menjadi lebih panjang dan menuntut dokumen arus kas yang rapi.
- Debitur dengan riwayat pembayaran baik memiliki ruang tawar suku bunga yang lebih besar.
- Restrukturisasi lebih mudah dinegosiasikan bila diajukan sebelum tunggakan terjadi.
Bagi pelaku usaha, menjaga catatan keuangan yang tertib kini berdampak langsung pada biaya dana yang mereka bayar.